Kamis, 30 Oktober 2008
Helsinki - Game online seperti Second Life di mana para pemain menjalankan karakter di sebuah dunia virtual cukup populer belakangan ini. Namun dunia Second Life yang begitu bebas dinilai kurang sesuai bagi kaum Muslim, misalnya karena banyaknya karakter berpakaian minim.Menjawab hal itu, dalam beberapa waktu mendatang dunia virtual umat Muslim bakal segera diluncurkan. Tak seperti Second Life yang cukup liberal, dunia virtual baru tersebut akan kental dengan budaya Islam.
Portal virtual Muslim tersebut dikembangkan oleh Muxlim.com, komunitas Muslim online berbasis di Finlandia yang diklaim terbesar di dunia. Menurut VP Muxlim.com, Ashar Saeed, dunia virtual itu bakal dinamai Muxlim Pal.Di Muxlim Pal, banyak karakter wanita akan memakai jilbab. Selain itu, para karakter virtual juga bisa melakukan ibadah rutin setiap harinya.Saeed mengakui pada dasarnya Muxlim Pal tak terlalu berbeda dengan dunia virtual semacam Second Life. Para pemain dapat membuat karakter virtual untuk beraktivitas di dunia rekaan itu, misalnya membuat rumah atau berolahraga.
Tujuan pembuatan Muxlim Pal ini adalah untuk mengeksplorasi budaya Islam, khususnya bagi masyarakat dunia barat. Saed memaparkan bahwa nantinya game Muxlim Pal tidak hanya bisa dimainkan oleh kaum Muslim, tetapi juga umat lain yang ingin tahu tentang kebudayaan Islam.
Selasa, 28 Oktober 2008
Jakarta - Raksasa piranti lunak Microsoft mengumumkan Windows Azure, sebuah versi baru Windows yang lain dari biasanya. Disebut demikian karena Windows Azure adalah sistem operasi yang memanfaatkan konsep cloud computing alias berkomputer dengan memanfaatkan internet. Apa maksudnya? Dengan Windows Azure, aplikasi akan dijalankan pada data center Microsoft dan bukan pada server sebuah perusahaan. Kemudian, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi itu asalkan terhubung ke internet.
"Ini adalah transformasi dari piranti lunak kami dan transformasi dari strategi kami," ujar Ray Ozzie, Chief Software Architect Microsoft.Pengumuman Windows Azure dilakukan dalam Professional Developers Conference yang digelar Microsoft di Los Angeles, Amerika Serikat, 27 Oktober 2008 waktu setempat. Azure akan menempatkan Microsoft bersaing secara langsung dengan penyedia jasa serupa, seperti Amazon, Salesforce.com dan Rackspace.
Belum ada rincian mengenai harga 'sewa' yang akan diterapkan Microsoft untuk Azure. Saat ini, Ozzie mengumumkan, Azure masih gratis bagi pengembang yang ingin mencobanya. Microsoft pun berencana memanfaatkan Azure untuk berjualan beberapa piranti lunaknya yang biasanya dijual untuk digunakan pada server kantor. Semua piranti lunak Enterprise Microsoft, termasuk Exchange, dikabarkan akan menawarkan pilihan ini. Jika sistem operasi 'tradisional' Microsoft seperti Windows Vista atau Windows 7 nantinya ternyata kurang 'laku', bisa jadi Azure akan menjadi masa depan bagi raksasa piranti lunak itu. Mungkinkah?